JAKARTA — PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) telah mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025, dengan total sebesar Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham yang akan dibagikan kepada para pemegang saham. Hal ini mencerminkan 20,42% dari laba bersih yang dicatatkan oleh perseroan pada tahun 2025.
Pembagian dividen ini telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 9 April 2026. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan mengumumkan keputusan tersebut dan menjelaskan bahwa proses pembagian dividen akan segera dilaksanakan.
Jadwal Penting Pembagian Dividen
Berdasarkan pengumuman yang diterima, berikut adalah jadwal penting terkait pembagian dividen tunai Bank OCBC NISP:
- Tanggal RUPST: 9 April 2026
- Pengumuman di website BEI, KSEI, dan Perseroan: 10 April 2026
- Akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen):
- Pasar reguler dan negosiasi: 17 April 2026
- Pasar tunai: 21 April 2026
- Awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen (ex dividen):
- Pasar reguler dan negosiasi: 20 April 2026
- Pasar tunai: 22 April 2026
- Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen (recording date): 21 April 2026
- Tanggal pembayaran dividen: 4 Mei 2026
Relevansi bagi Pemegang Saham di Indonesia
Pembagian dividen ini merupakan kabar baik bagi para pemegang saham Bank OCBC NISP, terutama di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Dengan dividen yang cukup signifikan ini, harapan untuk memperoleh imbal hasil yang menarik dari investasi di bank tersebut semakin nyata.
Selain itu, pembagian dividen juga mencerminkan kinerja keuangan yang sehat dari Bank OCBC NISP, yang diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan menarik lebih banyak pemegang saham baru. Kinerja yang baik ini dapat memberikan dampak positif bagi sektor perbankan di Indonesia, terutama dalam meningkatkan likuiditas dan daya tarik investasi di pasar modal.
Kesimpulan
Bank OCBC NISP telah menunjukkan komitmennya terhadap pemegang saham dengan mengumumkan pembagian dividen tunai yang substansial. Dengan mengikuti jadwal yang telah ditentukan, para pemegang saham diharapkan dapat merencanakan dan memaksimalkan keuntungan dari investasi mereka. Ini adalah momen penting bagi investor, sekaligus menjadi indikator positif bagi kondisi pasar saham di Indonesia.



