Progres Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra di Sumbar
Berita

Progres Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra di Sumbar 2026

PADANG – Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra pada seksi Sicincin-Bukittinggi, Sumatera Barat, terus berlanjut memasuki tahun 2026. Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar pengerjaannya dapat berjalan lebih cepat dibandingkan seksi sebelumnya, yaitu Padang-Sicincin.

“Karena ini merupakan PSN, perlu untuk dukung bersama, dan ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi untuk kepentingan masyarakat Sumbar secara luas,” ungkapnya dalam keterangan resmi pada Minggu (12/4/2026).

Pembangunan jalan tol dari Sicincin ke Bukittinggi ini sudah direncanakan sejak 2024. Oleh karena itu, sinergi antar sektor sangat penting agar proyek ini dapat dipercepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Ke depan, kehadiran tol ini akan memberikan kemudahan akses transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Mahyeldi.

Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi

Gubernur menegaskan komitmen pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Sumbar untuk mendukung penyelesaian proyek ini. “Jika semua pihak kompak, saya yakin pengerjaan jalan tol di Sumbar ini bisa selesai dengan baik. Karena dampaknya sangat positif bagi daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Muhibuddin, mengingatkan bahwa kolaborasi nyata harus diwujudkan di lapangan. “Kami ingin kolaborasi ini betul-betul berjalan dalam kerja nyata, bukan hanya di atas kertas. Tidak boleh ada ego sektoral yang menghambat percepatan pembangunan,” katanya.

Dia juga menegaskan pentingnya pelaksanaan proyek mengedepankan prinsip tepat sasaran, tepat anggaran, tepat waktu, dan tepat kualitas, serta menjaga integritas semua pihak yang terlibat. Perlindungan terhadap masyarakat, terutama dalam proses pembebasan lahan, juga menjadi perhatian utama. “Jangan sampai ada pihak yang dirugikan,” ujarnya.

Proyek yang Sudah Direncanakan Sejak Lama

Dari sisi teknis, Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR, Dedy Gunawan, menjelaskan bahwa proyek Tol Padang-Pekanbaru telah direncanakan sejak tahun 2005 dan menjadi bagian dari jaringan Tol Trans Sumatra. Beberapa ruas, seperti Pekanbaru-Bangkinang, telah beroperasi, sementara ruas lainnya masih dalam tahap persiapan, termasuk penyusunan dokumen dan peninjauan desain.

Untuk ruas Bukittinggi-Sicincin, PT Hutama Karya saat ini tengah mempersiapkan berbagai aspek, mulai dari studi kelayakan, analisis dampak lingkungan (AMDAL), hingga proses pembebasan lahan. Direktur Utama PT Hutama Karya, Koentjoro, menegaskan bahwa percepatan proyek sangat krusial, mengingat jika tertunda, biaya dapat meningkat dan manfaat bagi masyarakat akan berkurang.

“Oleh karena itu, seluruh pihak diminta untuk menetapkan penanggung jawab (PIC) serta menyusun timeline yang jelas agar proyek dapat diselesaikan sesuai target,” imbuhnya.

Kesimpulan

Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra, khususnya seksi Sicincin-Bukittinggi, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian Sumatera Barat. Kolaborasi, dukungan, dan komitmen dari semua pihak merupakan kunci utama agar proyek ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat yang maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *