Premi asuransi kendaraan Tokio Marine Indonesia tumbuh 9,3%
Berita Ekonomi

Tokio Marine Indonesia Targetkan Premi Asuransi Kendaraan Tumbuh 9,3%

PT Asuransi Tokio Marine Indonesia mengumumkan proyeksi pertumbuhan premi asuransi kendaraan bermotor sebesar 9,3% year on year (YoY) pada tahun 2026. Hal ini disampaikan oleh President Director perusahaan, Sancoyo Setiabudi, dalam sebuah pernyataan resmi di Jakarta. Proyeksi ini didasarkan pada dinamika penjualan kendaraan, skema pembiayaan yang ada, serta kebijakan pemerintah yang mendukung, termasuk insentif otomotif yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar otomotif nasional.

Peluang Pertumbuhan di Sektor Otomotif

Sancoyo menegaskan bahwa dengan strategi distribusi yang semakin kuat dan peningkatan layanan, perusahaan melihat peluang pertumbuhan yang signifikan di sektor asuransi kendaraan. Dia juga mencatat bahwa pada awal 2026, Tokio Marine Indonesia telah mencatatkan kenaikan premi asuransi kendaraan bermotor sebesar 11,1% YoY, meskipun tidak menyebutkan nilai pastinya.

“Lini kendaraan bermotor berkontribusi sekitar 14% terhadap total portofolio perusahaan,” jelas Sancoyo, menambahkan bahwa perusahaan bertekad untuk meningkatkan angka tersebut melalui penguatan kerja sama dengan berbagai pihak dalam Value Chains Strategy, termasuk dealer, leasing, broker, dan mitra strategis lainnya.

Inovasi Layanan untuk Mendukung Pertumbuhan

Tokio Marine Indonesia juga berkomitmen untuk terus berinovasi demi memberikan layanan yang lebih cepat dan mudah bagi pelanggan. Sancoyo menyoroti pentingnya solusi yang relevan untuk pasar kendaraan listrik (EV), yang meliputi penguatan jaringan bengkel dan mitra dalam ekosistem EV, serta layanan darurat di jalan (Emergency Roadside Assistance).

“Dengan langkah ini, kami optimistis bahwa peluang pertumbuhan tetap terbuka seiring dengan membaiknya pasar otomotif di awal tahun 2026,” imbuhnya.

Penurunan Klaim dan Tantangan di Pasar

Di sisi lain, Sancoyo mengungkapkan bahwa net incurred claim untuk kendaraan bermotor pada Januari 2026 mengalami penurunan sebesar 26,4% YoY, menjadi Rp7,7 miliar. Klaim yang paling sering terjadi umumnya disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas, dan pada waktu tertentu dipengaruhi oleh bencana alam seperti banjir serta pencurian di lokasi tertentu.

“Kami terus melakukan penguatan manajemen klaim dan pencegahan fraud agar prosesnya berjalan cepat, tepat, dan akuntabel,” tegasnya.

Kondisi Pasar Asuransi Kendaraan di Indonesia

Berdasarkan laporan dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor pada tahun 2025 mengalami kontraksi sebesar 4,2% YoY, mencapai Rp19,01 triliun. Kondisi ini dipengaruhi oleh penjualan mobil nasional yang lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mencerminkan adanya penurunan permintaan untuk kendaraan baru.

Sancoyo menjelaskan bahwa sebagian konsumen memilih untuk menunda pembelian kendaraan atau beralih ke kendaraan bekas. Hal ini berimbas pada melambatnya permintaan untuk polis baru, seiring dengan penurunan pembiayaan kendaraan baru.

Kesimpulan

Proyeksi pertumbuhan premi asuransi kendaraan bermotor oleh Tokio Marine Indonesia menunjukkan optimisme di tengah tantangan yang ada. Dengan strategi yang tepat dan inovasi layanan, perusahaan berupaya untuk tetap bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *