Pemantauan jaringan Biznet untuk mendukung WFH di Indonesia
Berita Teknologi

Biznet Perketat Pemantauan Jaringan Selama WFH Satu Hari Sepekan

JAKARTA — PT Supra Primatama Nusantara, yang lebih dikenal dengan Biznet, mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat pemantauan jaringan internetnya. Hal ini dilakukan seiring dengan kebijakan pemerintah yang memberlakukan bekerja dari rumah (work from home/WFH) selama satu hari dalam sepekan. Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk menjamin keandalan koneksi internet bagi pelanggan rumah tangga, terutama di tengah dinamika perubahan budaya kerja di Indonesia.

Dalam pandangan manajemen Biznet, kebutuhan akan koneksi internet yang berkualitas di rumah kini menjadi sangat penting. Kebijakan WFH yang mulai berlaku efektif pada 1 April 2026 ini dianggap sebagai langkah untuk efisiensi energi dan penghematan biaya transportasi di tengah ketidakpastian global yang terus berlanjut.

Antisipasi Kenaikan Trafik Data

Adrianto Sulistyo, Senior Manager Marketing Biznet, menyatakan bahwa perusahaan telah mempersiapkan diri untuk menghadapi tren digitalisasi jauh sebelum kebijakan resmi diumumkan. Sebagai bentuk peningkatan layanan, Biznet telah melakukan upgrade bandwidth sebesar 30% secara gratis kepada seluruh pelanggan Biznet Home sejak Januari 2026. “Layanan kami didukung oleh jaringan kabel fiber optic, kapasitas modem hingga 1 Gbps, serta lebih dari 300 kantor cabang. Ini membuat kami cukup percaya diri untuk memenuhi kebutuhan digital di rumah,” ujar Adrianto dalam diskusi bersama Bisnis pada Senin (6/4/2026).

Meskipun ada potensi kenaikan trafik data seiring dengan penerapan kebijakan WFH, Adrianto menegaskan bahwa hingga saat ini belum terlihat lonjakan yang signifikan. Hal ini dapat dimaklumi mengingat kebijakan tersebut baru berjalan kurang dari sepekan. Namun, tim teknis Biznet tetap dalam keadaan siaga penuh untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

“Kami akan terus memonitor situasi ini dalam 1-2 bulan ke depan. Dengan harga layanan yang lebih terjangkau di kota-kota lapis kedua dan ketiga, masyarakat kini dapat bekerja tanpa perlu mobilisasi ke kota besar, yang juga merupakan langkah penghematan bahan bakar,” tambah Adrianto.

Kesiapan Operator Internet di Indonesia

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Muhammad Arif, menyatakan bahwa kesiapan operator internet saat ini jauh lebih baik dibandingkan saat pandemi Covid-19. Peningkatan penetrasi broadband yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi fondasi yang kuat bagi infrastruktur digital nasional.

Berdasarkan Survei APJII 2025, penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 80,66%, setara dengan 229,4 juta jiwa. Angka ini terus meningkat dari 73,70% pada tahun 2020 dan 79,50% pada 2024. Data menarik lainnya menunjukkan adanya pergeseran dalam perilaku akses masyarakat, dengan penggunaan WiFi rumah meningkat menjadi 28,43% pada 2025, dari posisi 22,38% pada tahun sebelumnya. Selain itu, pelanggan fixed broadband juga mengalami lonjakan signifikan dari 27,40% menjadi 38,70%.

Meskipun mayoritas masyarakat masih mengandalkan data seluler (74,27%), ketersediaan jaringan fiber optic yang mendominasi pasar fixed broadband menjadi kunci untuk menjaga stabilitas saat beban kerja berpindah ke area residensial. Dengan durasi WFH yang hanya satu hari per pekan, APJII memprediksi fluktuasi trafik akan tetap dalam batas wajar dan dapat dikelola dengan baik oleh penyelenggara jasa internet.

Kesimpulan

Langkah Biznet untuk memperkuat pemantauan jaringan internet di tengah penerapan kebijakan WFH satu hari sepekan menunjukkan komitmen mereka dalam menyediakan layanan yang andal. Dengan infrastruktur yang kuat dan peningkatan layanan yang berkelanjutan, Biznet berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin bergantung pada koneksi internet berkualitas di rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *