Hoaks TNI dan BBM di Media Sosial - Berita Terbaru
Berita

Komdigi Sebut Hoaks Siaga 1 TNI dan Isu BBM Rp16.000

Jakarta, Bisnis.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru-baru ini mengungkap beberapa informasi hoaks yang beredar di media sosial, termasuk isu mengenai status Siaga 1 Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Informasi palsu ini berpotensi menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Hoaks Tentang Status Siaga 1 TNI

Salah satu hoaks yang diungkap oleh Komdigi adalah sebuah unggahan di Facebook yang mengatasnamakan Kompas.com. Dalam unggahan tersebut, terdapat informasi palsu mengenai status Siaga 1 TNI yang meminta masyarakat untuk melakukan persiapan darurat seperti menyetok makanan dan gas.

Faktanya, klaim tersebut tidak benar. Konten tersebut adalah hasil modifikasi dengan tambahan narasi hoaks. Informasi yang benar merujuk pada Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang ditandatangani oleh Asisten Operasi Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026. Dalam telegram tersebut, TNI diberi instruksi untuk meningkatkan kesiapsiagaan internal, termasuk patroli nonstop di objek vital dan pemantauan udara selama 24 jam.

“Kapuspen TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari tugas pokok TNI dalam menjaga keamanan negara, tanpa ada arahan kepada masyarakat sipil untuk mempersiapkan atau menyetok barang kebutuhan rumah tangga,” kata Komdigi melalui laman resminya pada Kamis (26/3/2026).

Isu Kenaikan Harga BBM

Selain itu, beredar juga klaim di TikTok yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menaikkan harga BBM subsidi menjadi Rp16.000 per liter. Klaim ini juga terbukti salah. Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah akan berusaha menahan tekanan kenaikan harga minyak dunia melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Namun, Purbaya juga mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM mungkin akan terjadi jika kemampuan APBN untuk menahan tekanan tersebut sudah terbatas. Menurut perhitungan Kementerian Keuangan, defisit APBN bisa mencapai 3,7% terhadap produk domestik bruto (PDB) jika harga minyak bertahan di level US$92 per barel sepanjang tahun tanpa intervensi pemerintah.

Hoaks Lainnya di Media Sosial

Komdigi juga mengungkap kemunculan akun Facebook yang mengatasnamakan Bupati Barito Timur, M. Yamin. Akun tersebut menggunakan nama dan foto profil Bupati, namun M. Yamin menegaskan bahwa ia tidak pernah memiliki akun Facebook. Ia mengimbau kepada aparatur sipil negara (ASN) serta masyarakat untuk lebih waspada terhadap aktivitas di media sosial yang mencatut nama pejabat daerah.

“Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Selalu lakukan verifikasi sebelum mempercayai sebuah informasi, khususnya yang berpotensi menipu di media sosial,” jelas Komdigi. Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak tertipu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang berusaha memanfaatkan nama dan foto Bupati Barito Timur untuk kepentingan tertentu.

Kesimpulan

Penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi, terutama yang beredar di media sosial. Hoaks tentang status Siaga 1 TNI dan isu kenaikan harga BBM dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. Dengan adanya klarifikasi dari Komdigi dan pejabat terkait, diharapkan masyarakat lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *