JAKARTA – Changpeng Zhao, pengusaha kripto dan pendiri Binance, baru-baru ini menarik perhatian dunia setelah namanya melesat dalam daftar orang terkaya versi Forbes. Kekayaan bersihnya yang diperkirakan mencapai sekitar US$110 miliar menempatkannya di peringkat ke-17, di atas Bill Gates yang berada di posisi ke-19. Namun, Zhao meragukan keakuratan data tersebut, menyebutnya sebagai “daftar tebakan angka”.
Pendorong Utama Kekayaan Changpeng Zhao
Kekayaan Zhao mayoritas diperoleh dari Binance, bursa kripto yang didirikannya pada tahun 2017. Saat ini, nilai Binance diperkirakan sekitar US$100 miliar, dan Zhao diperkirakan memiliki sebagian besar saham perusahaan tersebut. Data menunjukkan bahwa Binance mampu menghasilkan pendapatan sekitar US$16 hingga US$17 miliar untuk tahun 2024 dan 2025, serta memproses volume perdagangan lebih dari US$30 triliun, yang mencakup sekitar 38% dari total perdagangan kripto global.
Meski Zhao telah mundur sebagai CEO Binance pada tahun 2023, bursa kripto tersebut tetap menjadi sumber utama kekayaannya. Dengan dominasi Binance di pasar, kekayaan Zhao tetap terikat pada perkembangan perusahaan ini.
Reaksi Zhao Terhadap Data Forbes
Menanggapi laporan Forbes, Zhao menyatakan bahwa angka yang dilaporkan “tidak akurat”. Dalam sebuah unggahan di media sosial, dia menekankan bahwa peringkat orang kaya sering kali bergantung pada perkiraan kasar, bukan data keuangan yang valid. “Jelas tidak akurat. Ini adalah daftar ‘tebak angka’, setidaknya bagi saya. Bitcoin/kripto saja turun 50% dari harga tertinggi sepanjang masa,” tulisnya pada tanggal 11 Maret 2026.
Dia juga menunjukkan bahwa keadaan pasar kripto saat ini masih sekitar 50% di bawah harga tertinggi yang pernah dicapai. Hal ini menciptakan tantangan dalam menentukan valuasi kekayaan yang terkait dengan aset-aset kripto.
Posisi Zhao di Antara Miliarder Global
Kekayaan Zhao kini menempatkannya di atas tokoh bisnis terkenal lainnya, termasuk Bill Gates dan Mukesh Ambani. Namun, Zhao bukan satu-satunya nama besar dari dunia kripto yang tercatat dalam daftar miliarder global. Giancarlo Devasini, CFO Bitfinex dan salah satu pendiri Tether, memiliki kekayaan bersih yang diperkirakan sekitar US$89,3 miliar, menempatkannya di peringkat ke-22 dalam daftar tersebut.
Sama seperti Zhao, Devasini juga termasuk dalam jajaran individu yang kekayaannya sebagian besar berasal dari industri mata uang kripto.
Dampak dan Relevansi bagi Indonesia
Pernyataan Zhao tentang ketidakakuratan data Forbes dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap industri kripto, termasuk di Indonesia. Masyarakat dan investor lokal perlu menyadari bahwa valuasi aset kripto sangat dinamis dan dapat berfluktuasi tajam. Dengan semakin populernya kripto di Indonesia, pemahaman yang tepat tentang kekayaan dan valuasi di sektor ini menjadi penting agar investor tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.
Kesimpulan
Changpeng Zhao, sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia kripto, menyoroti pentingnya keakuratan data dalam penilaian kekayaan. Dengan ketidakpastian yang mengelilingi pasar kripto, penting bagi investor, termasuk di Indonesia, untuk tetap kritis terhadap informasi yang beredar dan memahami bahwa nilai investasi dalam kripto bisa sangat fluktuatif.



