San Antonio de los Baños, Kuba, 10 Maret – Hampir lima tahun lalu, kota kecil Kuba, San Antonio de los Baños, tiba-tiba menjadi pusat protes yang mengguncang pemerintahan Komunis. Hal ini terjadi di tengah krisis berkepanjangan yang disebabkan oleh kekurangan pangan dan obat-obatan, serta pemadaman listrik yang berkepanjangan akibat pandemi COVID-19.
Para demonstran meneriakkan slogan “Patria y Vida” (Tanah Air dan Kehidupan), yang merupakan balasan terhadap semboyan Komunis “Patria o Muerte” (Tanah Air atau Maut). Slogan ini dengan cepat menjadi simbol harapan bagi banyak orang, meski segera ditekan dengan keras oleh aparat keamanan negara.
Dengan adanya blokade minyak dan sanksi yang diterapkan oleh AS, situasi di Kuba semakin memburuk. Reuters melakukan kunjungan ke San Antonio de los Baños dan kawasan La Güinera di Havana, tempat terjadinya bentrokan antara polisi dan demonstran pada 11 Juli 2021. Dalam wawancara dengan 12 orang serta beberapa lainnya yang tidak mau disebutkan namanya, banyak yang mengingat kekerasan dari penangkapan terakhir, menunjukkan kekuatan aparat keamanan Kuba yang masih berlanjut.
Beberapa narasumber mengalihkan perhatian terhadap Washington dan sanksi ekonomi yang lebih ketat yang dirasakan oleh masyarakat. “Kami frustasi dengan pemadaman listrik yang berkepanjangan, tetapi saat ini, protes seperti yang terjadi pada 11 Juli tampaknya tidak mungkin terulang kembali,” ungkap Brian Jimenez, seorang pembuat roti berusia 26 tahun dari San Antonio de los Baños. Jimenez menceritakan pengalamannya saat ditangkap dan dipukuli oleh polisi pada hari itu, menegaskan bahwa ketakutan membuat banyak orang enggan untuk berdemonstrasi.
“Banyak teman saya masih di penjara,” tambahnya. Meskipun Reuters tidak dapat memverifikasi laporan kekerasan yang dialaminya, organisasi hak asasi manusia melaporkan adanya perlakuan kasar terhadap para demonstran.
Beragam Pendapat di Tengah Ketidakpastian
Di tengah situasi yang genting, warga Kuba memiliki beragam pandangan. Sebagian menunjukkan simpati terhadap pemerintah Kuba yang menghadapi tekanan dari AS, sementara yang lain secara terbuka mengkritik pemerintah Komunis karena kegagalannya menciptakan kesejahteraan. Beberapa orang menyerukan dialog dan pemahaman, namun semua sepakat bahwa kemungkinan terulangnya pemberontakan masif dalam waktu dekat sangat kecil.
Di San Antonio de los Baños, yang terletak sekitar 40 km dari Havana dan memiliki populasi sekitar 50.000 jiwa, kehidupan sehari-hari sangat berbeda. Traktor dan gerobak yang ditarik oleh kuda tampak lebih umum dibandingkan mobil, sedangkan para pedagang menjajakan sayuran lokal seperti kentang, bawang, dan mentimun.
Dampak Protes Terhadap Kehidupan Sehari-Hari
Dalam wawancara di alun-alun kota, Robert Perez, seorang mahasiswa universitas berusia 27 tahun, menjelaskan bagaimana pemerintah telah membalas tindakan para demonstran pada 11 Juli dan keluarga mereka, yang menyebabkan banyak orang memilih untuk melakukan swasensor. “Ketika Anda berdemonstrasi, Anda tidak akan mendapatkan pekerjaan. Mereka akan mengambil tindakan terhadap Anda atau keluarga Anda,” jelas Perez, yang belajar sosiologi di Universitas Artemisa. “Di Kuba, semua orang tahu bahwa salah satu cara untuk mencari nafkah adalah dengan membuka usaha kecil dan menjual barang. Namun, mereka yang berunjuk rasa pada 11 Juli tidak dapat melakukan itu.”
Organisasi hak asasi manusia, Uni Eropa, dan Amerika Serikat memperkirakan bahwa penahanan dan pengadilan terhadap para demonstran terus berlanjut, menciptakan suasana ketakutan di masyarakat. Meski ada harapan di tengah kekacauan, ketakutan akan represifitas pemerintah yang dapat terjadi kapan saja membuat banyak orang memilih untuk tetap diam.
Kesimpulan
Protes yang terjadi di Kuba menunjukkan kompleksitas situasi di negara tersebut. Sementara banyak yang menginginkan perubahan, ketakutan akan reperkusi membuat perjuangan untuk kebebasan dan hak asasi manusia menjadi semakin sulit. Masyarakat internasional harus memperhatikan perkembangan ini dan mendukung upaya untuk menciptakan dialog yang konstruktif demi masa depan yang lebih baik bagi rakyat Kuba.
