Kristi Noem dipecat oleh Trump dalam kontroversi iklan
Berita Internasional

Kristi Noem Dipecat oleh Trump: Apa yang Terjadi?

Washington, D.C. – Kristi Noem, mantan pemimpin Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, dipecat oleh Presiden Donald Trump setelah terlibat dalam beberapa kontroversi, termasuk kampanye iklan yang menghabiskan hampir $250 juta dan pernyataan yang mengklaim dukungan presiden untuk proyek tersebut.

Noem menjalani masa jabatan selama 13 bulan yang penuh dengan tantangan dan sorotan publik. Meskipun insiden kematian dua warga negara Amerika akibat tindakan agen imigrasi federal, dugaan hubungan gelap dengan penasihat, dan kritik terkait lambatnya pemberian ganti rugi kepada negara-negara setelah bencana alam, bukanlah faktor utama yang mengakhiri karirnya di departemen tersebut.

Kontroversi Iklan yang Menghancurkan Karir

Kampanye iklan yang sangat besar, yang dipersembahkan untuk mempromosikan kebijakan ketat imigrasi pemerintahan Trump, ternyata menjadi faktor penentu. Pada 3 Maret, Noem mengonfirmasi dalam sidang Senat bahwa kontrak untuk kampanye tersebut telah melalui proses lelang yang kompetitif. Namun, sehari setelahnya, di depan anggota DPR, dia mengakui bahwa hal itu tidak benar.

Menurut sumber yang dekat dengan situasi tersebut, keputusan ini membuat Trump marah, terutama setelah Noem mengklaim bahwa presiden telah menyetujui kampanye itu, yang ternyata tidak benar. Pada 5 Maret, Trump menyatakan kepada Reuters bahwa dia tidak mengetahui tentang kampanye iklan tersebut.

Senator Republik John Kennedy dari Louisiana mencatat bahwa Trump menghubunginya setelah mendengar pernyataan Noem dan menyatakan ketidakpuasan. “Presiden tidak bahagia,” kata Kennedy, menambahkan bahwa Noem sudah “seperti ayam goreng yang mati”. Tak lama setelah itu, Trump mengumumkan bahwa Noem akan meninggalkan DHS per 31 Maret dan akan menjabat sebagai utusan khusus untuk Belahan Barat.

Perubahan Pertama di Kabinet Trump

Penggantian Noem menandai pertama kalinya Trump mengganti anggota Kabinet selama masa jabatannya yang kedua. Keputusan ini diumumkan secara mendadak, hanya beberapa menit sebelum Noem memberikan pidato di sebuah konferensi kepolisian di Nashville, di mana dia berbicara tentang upaya pemerintahan Trump dalam memberantas kartel narkoba.

Sebelum pidato tersebut, Noem tiba di lokasi acara dengan SUV lapis baja dan sedang berbicara di telepon dengan Trump, menurut dua sumber yang tidak ingin diidentifikasi.

Reaksi Partai dan Implikasi untuk Kebijakan Imigrasi

Kampanye iklan senilai $220 juta yang menampilkan Noem ini, yang mendorong citra kebijakan imigrasi pemerintahan Trump, justru menjadi bumerang. Dalam iklan tersebut, Noem tampak menunggang kuda di depan Gunung Rushmore sembari meminta para migran untuk meninggalkan Amerika Serikat.

Beberapa anggota Partai Republik di Capitol Hill mulai merasa jenuh dengan kontroversi yang menyelimuti Noem, terutama karena kebijakan imigrasi dipandang sebagai keunggulan politik untuk partai, tetapi survei menunjukkan bahwa dukungan terhadap GOP mengalami penurunan dalam isu ini.

Beberapa minggu sebelum pemecatannya, terlihat tanda-tanda bahwa otoritas Noem semakin menyusut, dengan kebijakan imigrasi yang semakin banyak ditentukan dari Gedung Putih, di mana Stephen Miller, Wakil Kepala Staf, telah lama menjadi arsitek utama upaya deportasi massal.

Kesimpulan

Keputusan pemecatan Kristi Noem tidak hanya mencerminkan ketidakpuasan Presiden Trump, tetapi juga menunjukkan bagaimana kebijakan imigrasi menjadi fokus utama dalam politik AS saat ini. Bagi pembaca di Indonesia, situasi ini mengingatkan akan pentingnya mengikuti perkembangan politik global, terutama yang berpotensi mempengaruhi kebijakan internasional dan hubungan antara negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *