Site icon Vigli.org

Humpuss (HUMI) Manfaatkan Ketegangan Iran-AS untuk Ekspansi Armada

Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) ekspansi armada kapal

Humpuss (HUMI) Manfaatkan Ketegangan Iran-AS untuk Ekspansi Armada

Bisnis.com, JAKARTA — PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI), sebuah perusahaan yang terafiliasi dengan Tommy Soeharto, melihat peluang dalam situasi geopolitik yang berkembang antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Ketegangan yang meningkat ini berpotensi mengubah dinamika harga kapal di pasar internasional, yang bisa dimanfaatkan oleh HUMI untuk memperluas armada mereka.

Kepala Sekretaris Perusahaan HUMI, Arya M. Pradana, menjelaskan bahwa konflik yang berlangsung di Timur Tengah dapat menyebabkan penurunan harga kapal secara global. Menurutnya, ini adalah kesempatan bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi. “Harga kapal di pasar global diperkirakan akan banyak mengalami penurunan, ini merupakan momentum bagi kami untuk menambah armada kami,” ujarnya dalam sebuah pernyataan pada Senin (9/3/2026).

Operasional Stabil di Tengah Ketidakpastian

Walaupun ketegangan antara Iran dan AS memengaruhi pasar energi global, Arya menyampaikan bahwa HUMI tidak mengalami dampak negatif langsung dari konflik ini. Operasional perusahaan tetap berjalan normal karena seluruh armada kapal yang dioperasikan berfokus pada pengangkutan kargo domestik. “Kami tidak terdampak oleh perang Iran-AS, karena semua kapal kami beroperasi di domestik dan kargo yang kami angkut juga merupakan kargo domestik,” tambahnya.

Mengenai kontrak pengangkutan, baik dalam skema spot charter maupun time charter, Arya mengkonfirmasi bahwa semuanya masih berjalan seperti biasa. HUMI juga tengah mempertimbangkan langkah diversifikasi usaha untuk memperkuat sumber pendapatan mereka. “Kami akan terus memastikan alokasi kargo domestik dari para prinsipal kami. Selain itu, kami juga merencanakan diversifikasi ke bisnis downstream dan infrastruktur,” ungkapnya.

Kinerja Keuangan dan Tantangan yang Dihadapi

Terkait dengan kinerja keuangan tahun ini, manajemen HUMI belum memberikan target pendapatan atau laba bersih secara rinci. Namun, perusahaan memastikan bahwa tidak ada revisi terhadap target yang telah ditetapkan sebelumnya. Meskipun tidak terdampak langsung oleh konflik geopolitik, industri pelayaran tetap menghadapi sejumlah tantangan ke depan, seperti volatilitas harga energi yang dapat memengaruhi biaya operasional kapal.

Selain itu, kenaikan premi asuransi kapal dan potensi gangguan rantai pasok, terutama untuk suku cadang kapal, juga menjadi risiko yang harus diantisipasi oleh perusahaan. HUMI membukukan pendapatan usaha sebesar US$ 96,48 juta, meningkat 5,27% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar US$ 91,65 juta pada kuartal III/2026. Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan pendapatan jasa sewa kapal di segmen oil tanker dan LNG tanker.

Pendapatan dari sewa kapal oil tanker melonjak hingga 161,56% menjadi US$ 30,55 juta, naik dari sebelumnya US$ 11,68 juta. Di sisi lain, pendapatan dari segmen LNG tanker juga mengalami pertumbuhan sebesar 21,78% menjadi US$ 28,11 juta pada akhir September 2025. Namun, laba tahun berjalan HUMI mengalami penurunan menjadi US$ 7,64 juta, yang merupakan dampak sementara dari strategi ekspansi agresif yang tengah dijalankan.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, meskipun HUMI tidak mengalami dampak langsung dari konflik geopolitik antara Iran dan AS, perusahaan tetap waspada terhadap tantangan yang ada di industri pelayaran. Dengan melihat peluang dari penurunan harga kapal dan berfokus pada pengangkutan kargo domestik, HUMI berusaha untuk terus tumbuh dan memperkuat posisinya di pasar.

Exit mobile version