Site icon Vigli.org

Bandara Dubai Ditutup, Emirates Hentikan Penerbangan di Tengah Ancaman Rudal

Situasi Bandara Dubai Ditutup akibat Ancaman Rudal

Bandara Dubai Ditutup, Emirates Hentikan Penerbangan di Tengah Ancaman Rudal

Dubai – Bandara Internasional Dubai, yang merupakan bandara tersibuk di dunia untuk lalu lintas internasional, menghentikan operasinya pada 7 Maret 2023 setelah terjadinya intersepsi udara akibat serangan dari Iran. Penutupan ini terjadi demi keselamatan penumpang, staf bandara, dan kru maskapai.

Menurut pernyataan dari kantor media pemerintah, “Untuk keselamatan penumpang, staf bandara, dan kru maskapai, operasi di Bandara Internasional Dubai (DXB) telah ditangguhkan sementara. Semua prosedur dikelola sesuai dengan protokol keselamatan yang telah ditetapkan.”

Pengumuman tersebut muncul setelah terjadinya intersepsi sebuah objek di dekat bandara, di mana seorang saksi melaporkan adanya ledakan keras diikuti oleh kepulan asap. Situs pelacakan penerbangan Flightradar24 juga menunjukkan pesawat yang berputar di atas bandara, tampaknya menunggu untuk mendarat.

Penerbangan dari bandara utama Dubai sebelumnya telah mulai dilanjutkan pada 2 Maret, meskipun serangan drone harian terus mengincar lokasi-lokasi di Uni Emirat Arab.

Emirates Airline, maskapai terbesar di Timur Tengah, juga mengumumkan pada 7 Maret bahwa mereka menghentikan semua penerbangan masuk dan keluar dari Dubai hingga pemberitahuan lebih lanjut. “Mohon untuk tidak pergi ke bandara,” tegas pernyataan maskapai.

Pemerintah Dubai menyatakan melalui sebuah unggahan bahwa telah terjadi “insiden kecil akibat jatuhnya puing-puing setelah intersepsi”, yang tidak menyebabkan cedera. Mereka juga membantah “informasi yang beredar di media sosial mengenai insiden di Bandara Internasional Dubai,” tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Pihak Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyebutkan bahwa saat ini pertahanan udara mereka sedang merespons ancaman rudal dan drone yang berasal dari Iran, meskipun tidak merinci target dari serangan tersebut.

Pada 28 Februari, empat karyawan mengalami cedera dan sebuah terminal di bandara Dubai mengalami kerusakan saat ketegangan semakin meningkat di Timur Tengah setelah serangan AS-Israel terhadap Iran. Operator Dubai Airports mengkonfirmasi bahwa insiden tersebut “cepat ditangani,” meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Serangan dari Iran juga telah menargetkan bandara Abu Dhabi, pengembangan mewah Palm Jumeirah, dan hotel mewah Burj Al Arab, sementara puing-puing drone menyebabkan kebakaran di konsulat AS di Dubai pada 3 Maret.

Dampak Bagi Indonesia

Penutupan Bandara Dubai ini tentu memberikan dampak bagi penerbangan internasional, termasuk bagi penerbangan yang menghubungkan Indonesia dengan negara-negara di Timur Tengah. Banyak wisatawan dan pelaku bisnis yang menggunakan Dubai sebagai pintu gerbang menuju negara-negara tersebut. Oleh karena itu, situasi ini perlu diperhatikan oleh otoritas penerbangan dan pelaku industri pariwisata di Indonesia.

Kesimpulan

Situasi di Bandara Dubai yang ditutup akibat ancaman rudal ini menunjukkan betapa pentingnya keselamatan penerbangan internasional di tengah ketegangan geopolitik saat ini. Penumpang disarankan untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari maskapai dan pemerintah terkait perjalanan mereka.

Exit mobile version