Seorang bayi berusia 27 hari meninggal dunia pada 23 Desember di kota Angers, Prancis, setelah mengonsumsi susu formula dari Nestlé. Kejadian tragis ini menarik perhatian publik dan pihak berwenang, terutama setelah pengacara keluarga mengungkapkan bahwa susu formula tersebut mengandung kadar racun yang “abnormal”.
Racun dalam Susu Formula
Pada 6 Maret, pengacara keluarga bayi tersebut mengungkapkan bahwa susu formula yang dikonsumsi bayi itu mengandung racun cereulide, yang dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, dan diare. Hal ini membuat keluarga dan masyarakat menjadi khawatir, mengingat beberapa produsen besar seperti Nestlé, Danone, dan Lactalis telah menarik kembali produk mereka di lebih dari 60 negara sejak Desember lalu.
Penyelidikan Berlanjut
Otoritas Prancis menyatakan bahwa mereka telah mengetahui adanya tiga kematian bayi akibat mengonsumsi susu formula yang terkena skandal kontaminasi. Meskipun belum ada konfirmasi langsung mengenai hubungan antara susu formula dan kematian bayi tersebut, penyelidikan yang dipimpin oleh jaksa publik Angers, Eric Bouillard, masih berlangsung hingga saat ini.
Bayi yang meninggal tersebut diketahui telah mengonsumsi susu formula Guigoz dari Nestlé “beberapa jam sebelum kematiannya”, menurut pernyataan pengacara. Pada bulan Januari, ibu bayi tersebut melaporkan kepada pihak berwenang bahwa anaknya telah meminum susu dari salah satu lot yang ditarik dari pasaran.
Kasus Pertama di Prancis
Kasus ini menjadi sorotan setelah pada bulan Februari, seorang bayi di Prancis pertama kali terdeteksi positif mengandung cereulide setelah mengonsumsi susu formula. Namun, Kementerian Kesehatan Prancis menekankan bahwa hubungan sebab akibat yang langsung masih belum dapat dibuktikan. Temuan ini terjadi setelah Uni Eropa memberlakukan kontrol perbatasan yang lebih ketat terhadap impor minyak asam arachidonic dari Cina, bahan yang diduga mengandung racun tersebut.
Dampak di Eropa
Dua lembaga Uni Eropa, yaitu Otoritas Keamanan Pangan Eropa dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa, melaporkan bahwa tujuh negara di Eropa telah melaporkan kasus bayi yang mengalami gejala gastrointestinal setelah mengonsumsi susu formula bubuk. Hal ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan hanya terbatas pada Prancis, tetapi bisa menjadi ancaman yang lebih luas bagi kesehatan bayi di seluruh Eropa.
Kesimpulan
Penting bagi orang tua untuk memperhatikan sumber dan kualitas makanan yang diberikan kepada bayi mereka. Kasus kematian bayi di Prancis ini menjadi pengingat bahwa susu formula harus dipantau secara ketat untuk mencegah kejadian serupa. Dengan adanya penyelidikan yang sedang berjalan, diharapkan dapat ditemukan solusi yang tepat untuk melindungi kesehatan anak-anak di seluruh dunia.
